Kisah Haru Masa SD Berjuang Jual Empek-Empek Yuk Mala Bareng Girinoto di Proyek PLN Pangkalpinang Zaman Dulu Update cookies preferences
Banner
BREAKING NEWS
  • Memuat artikel terbaru...

Kisah Haru Masa SD Berjuang Jual Empek-Empek Yuk Mala Bareng Girinoto di Proyek PLN Pangkalpinang Zaman Dulu

Kisah Haru Masa SD Berjuang Jual Empek-Empek Yuk Mala Bareng Girinoto di Proyek PLN Pangkalpinang Zaman Dulu
Minggu, 23 Agustus 2026

Mengingat kembali masa kecil di Kota Pangkalpinang selalu menghadirkan kehangatan tersendiri, terutama kisah perjuangan menjajakan kue dan empek-empek Yuk Mala Gabek di sekitar proyek pembangunan Kantor PLN Pangkalpinang bersama sahabat kecil saya, Girinoto (apa kabar dirimu sekarang girinoto..). Bagi kita yang tumbuh besar di lingkungan komplek guru SD 39 Gabek, momen-momen sederhana seperti ini bukan sekadar cara mencari uang jajan tambahan, melainkan sebuah petualangan masa kecil yang penuh dengan pelajaran hidup berharga tentang kerja keras dan persahabatan.

Pangkalpinang pada masa itu belum sepadat sekarang, dan pembangunan infrastruktur penting seperti kantor pusat pelayanan listrik negara baru saja dimulai. Di tengah debu pembangunan dan deru mesin proyek, kehadiran dua anak kecil yang memikul wadah makanan selalu dinantikan oleh para pekerja bangunan. Tulisan ini akan membawa teman-teman bernostalgia menyusuri jalanan tanah merah Gabek, mencium aroma cuko empek-empek yang khas, dan mengenang bagaimana persahabatan sejati ditempa lewat sekeranjang jualan.

Ilustrasi Gambar Jualan waktu SD

Awal Mula Petualangan Kuliner dari Komplek Guru SD 39 Gabek

Semua kisah ini bermula dari sebuah dapur sederhana di komplek perumahan guru SD 39 Gabek. Di sanalah Yuk Mala, seorang ibu rumah tangga yang terkenal dengan keahlian memasaknya, memproduksi aneka kue basah dan empek-empek legendaris. Komplek guru saat itu menjadi pusat interaksi sosial yang hangat, di mana anak-anak saling mengenal dengan baik, termasuk saya dan Girinoto.

Setiap sore, sepulang sekolah, kami berdua selalu mampir ke rumah Yuk Mala. Aroma gurih ikan tenggiri yang direbus dan wanginya gula merah yang dididihkan untuk kuah cuko selalu berhasil menerbitkan air liur kami. Yuk Mala dengan senyum khasnya akan menyiapkan sebuah baskom plastik besar berisi empek-empek lenjer, kapal selam mini, serta aneka kue tradisional seperti kue talam dan dadar gulung.

Tugas kami sebenarnya sederhana namun menantang bagi anak seusia sekolah dasar. Kami harus membawa makanan-makanan tersebut ke area yang sedang ramai dikunjungi orang, dan target utama kami saat itu adalah kawasan pembangunan Kantor PLN Pangkalpinang yang baru saja memulai peletakan batu pertama.

Menyusuri Proyek Kantor PLN Pangkalpinang Bersama Girinoto

Girinoto adalah tipe sahabat yang sangat bisa diandalkan. Dia memiliki suara yang lantang dan tidak tahu malu dalam artian positif, sangat cocok untuk tugas mempromosikan dagangan. Kami berdua akan berbagi tugas; Girinoto bertugas memegang baskom kue, sementara saya membawa botol kaca berisi cuko empek-empek dan kantong plastik pembungkus.

Perjalanan dari Gabek menuju lokasi proyek pembangunan Kantor PLN Pangkalpinang bukanlah jarak yang dekat untuk langkah kaki anak SD. Kami harus melewati jalanan berbatu yang berdebu saat kemarau dan becek luar biasa saat musim hujan. Namun, rasa lelah itu selalu kalah oleh semangat persaingan sehat antara kami berdua untuk menghabiskan dagangan secepat mungkin.

Ketika kami tiba di lokasi proyek PLN, para pekerja konstruksi biasanya sedang beristirahat melepas lelah. Kedatangan kami berdua dengan teriakan khas menjajakan makanan selalu disambut gembira. Bagi para buruh bangunan yang bekerja keras di bawah terik matahari Bangka, empek-empek hangat dengan siraman cuko pedas manis buatan Yuk Mala adalah bahan bakar instan yang membangkitkan kembali energi mereka.

Kelezatan Autentik Empek-Empek Yuk Mala yang Dirindukan

Apa yang membuat dagangan kami selalu lari manis? Jawabannya terletak pada kualitas rasa yang dijaga ketat oleh Yuk Mala. Tidak seperti empek-empek komersial saat ini yang sering kali terlalu banyak campuran tepung tapioka, empek-empek buatan Yuk Mala sangat terasa ikannya. Teksturnya kenyal namun tetap lembut saat digigit.

Rahasia terbesar lainnya ada pada kuah cuko. Cuko khas Bangka buatan Yuk Mala menggunakan perpaduan gula aren murni pilihan, asam jawa yang pas, dan ulekan cabai rawit lokal yang pedasnya menggigit namun tetap segar. Kombinasi rasa gurih empek-empek rebus yang masih hangat berpadu sempurna dengan siraman cuko kental tersebut.

Selain empek-empek, kue-kue basah buatan beliau juga selalu habis tanpa sisa. Para pekerja proyek sering kali membeli kue talam pandan untuk mengganjal perut sebelum mereka kembali melanjutkan pekerjaan berat menyemen dinding atau merakit besi fondasi gedung PLN.

Manfaat dan Pelajaran Hidup dari Sepiring Dagangan Masa Kecil

Melihat kembali masa-masa itu, kita menyadari bahwa aktivitas berdagang di masa kecil memberikan banyak sekali manfaat pembentukan karakter yang tidak diajarkan di dalam kelas sekolah formal.

Pertama, kami belajar tentang nilai uang dan kerja keras. Kami tahu bahwa setiap rupiah yang kami hasilkan untuk membantu Yuk Mala adalah hasil dari tetesan keringat dan langkah kaki yang jauh. Hal ini membuat kami tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai setiap rezeki yang didapatkan.

Kedua, mengasah kemampuan komunikasi dan mental pantang menyerah. Menawarkan dagangan kepada orang dewasa melatih keberanian kami. Ada kalanya dagangan kami ditolak, dan di sinilah kami belajar untuk tidak berkecil hati dan terus menawarkan ke orang berikutnya dengan senyuman.

Ketiga, mempererat solidaritas persahabatan. Ketika baskom terasa berat, Girinoto tanpa mengeluh akan menawarkan diri untuk bertukar tugas. Begitupun sebaliknya. Kebersamaan dalam suka dan duka di jalanan Gabek membentuk ikatan persaudaraan yang kuat di antara kami.

Transformasi Kawasan Gabek dan Kantor PLN Hari Ini

Waktu berlalu begitu cepat, dan kini kawasan Gabek serta Kantor PLN Pangkalpinang telah berubah total. Gedung yang dulunya kami lihat hanya berupa tumpukan semen, batu bata, dan besi cakar ayam, kini telah berdiri megah sebagai pusat urat nadi kelistrikan di Pulau Bangka.

Komplek guru SD 39 Gabek juga telah mengalami banyak perubahan fisik seiring perkembangan kota. Namun, bagi mereka yang pernah hidup di era tersebut, memori kolektif tentang kehangatan tetangga, aroma masakan Yuk Mala, dan langkah kaki anak-anak kecil penjaja kue tidak akan pernah terkikis oleh modernisasi.

Setiap kali melewati depan Kantor PLN Pangkalpinang, ingatan saya selalu melayang pada sosok Girinoto yang berdiri di bawah pohon rindang sambil memegang baskom kosong dan tersenyum lebar karena semua jualan kami hari itu habis terjual.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Kuliner dan Sejarah Pangkalpinang

Apakah empek-empek buatan Yuk Mala Gabek masih bisa ditemukan saat ini?

Sayangnya, seiring bertambahnya usia dan anak-anak beliau yang sudah mandiri, Yuk Mala tidak lagi memproduksi empek-empek dalam skala besar untuk dijajakan berkeliling. Namun, resep turun-temurun tersebut masih sering dibuat oleh keluarga beliau untuk acara-acara khusus di lingkungan komplek.

Apa perbedaan utama antara empek-empek Bangka dengan empek-empek Palembang?

Secara umum, empek-empek Bangka sangat menekankan pada kesegaran ikan tenggiri lokal dan sering kali disajikan dengan tiga pilihan kuah atau cuko, yaitu cuko merah berbahan cabai dan tauco, cuko terasi, serta cuko hitam biasa yang manis asam seperti khas Palembang.

Di mana lokasi persis wilayah Gabek yang diceritakan dalam kisah ini?

Wilayah ini berada di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Gabek, Pangkalpinang. Kawasan ini sejak dulu dikenal strategis karena menghubungkan pusat kota dengan bandara dan area perkantoran penting, termasuk kompleks persekolahan dan kantor PLN.

Membawa Semangat Masa Kecil ke Kehidupan Modern

Kisah sederhana tentang saya, Girinoto, Yuk Mala, dan pembangunan Kantor PLN Pangkalpinang adalah sebuah pengingat bahwa kebahagiaan sejati sering kali terletak pada kesederhanaan. Perjuangan masa kecil bukanlah sebuah penderitaan, melainkan sebuah anugerah yang menempa mental kita menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan hidup di masa dewasa.

Mari kita terus merawat memori kolektif yang indah ini dan mengajarkan nilai-nilai kerja keras serta persahabatan sejati kepada generasi muda saat ini, agar mereka tahu bahwa kesuksesan selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

Meta Hashtags: 

#NostalgiaPangkalpinang #KulinerBangka #SejarahPLN #EmpekEmpekYukMala #KisahMasaKecil #GabekSD39 #SahabatMasaKecil

Merawat Rasa, Menjaga Warisan Nusantara. Dari Dapur Tradisi, Untuk IndonesiaKu. "A Journey Through Indonesian Flavors"
  • Blogger
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • X
  • Belum ada Komentar untuk "Kisah Haru Masa SD Berjuang Jual Empek-Empek Yuk Mala Bareng Girinoto di Proyek PLN Pangkalpinang Zaman Dulu"

    Posting Komentar

    Memuat waktu...
    Rekomendasi Artikel
    Bakti Site Blogger

    Selengkapnya

    Memuat rekomendasi artikel...

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel