Sejarah Masjid Al Hidayah Gabek Satu Pangkalpinang Jejak YAMP dan Para Tokoh Perintis Dibaliknya
Masjid Al Hidayah Gabek Satu Pangkalpinang merupakan salah satu masjid yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan kehidupan masyarakat di kawasan Gabek Permai, Kelurahan Gabek Satu, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Dari saya selaku penulis, sejak masih anak anak yang saya ingat betul adalah mesjid dulunya sangat sederhana sebelum berdiri megah seperti sekarang.
Bagi masyarakat sekitar, masjid ini bukan sekadar tempat untuk melaksanakan salat berjamaah. Selama bertahun-tahun, Masjid Al Hidayah menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, kegiatan keagamaan, pengajian, peringatan hari besar Islam, kegiatan sosial, hingga pelestarian tradisi masyarakat setempat.
Namun, ada sebuah pertanyaan menarik yang masih menyimpan cerita panjang: bagaimana sebenarnya awal berdirinya Masjid Al Hidayah Gabek Satu dan siapa saja tokoh yang berada di balik pembangunannya?
Penelusuran sejarah masjid ini mempertemukan beberapa potongan informasi penting, mulai dari program pembangunan masjid Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) pada era Presiden Soeharto, keberadaan Masjid YAMP Al-Hidayah di kawasan Gabek Permai, hingga nama tokoh masyarakat Alm. H. Abu Mansyur Asnawi yang menurut kesaksian masyarakat merupakan salah satu tokoh penting dalam perintisan masjid.
Akan tetapi, sebagian sejarah awal tersebut masih membutuhkan penguatan melalui dokumen lama, foto, peninggalan literasi, serta kesaksian para sesepuh Gabek Satu.
Masjid Al Hidayah dan Kawasan Gabek Permai
Masjid Al Hidayah berada di kawasan Gabek Permai, Kelurahan Gabek Satu, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.
Salah satu direktori masjid mencatat nama masjid tersebut sebagai Masjid YAMP Al-Hidayah, beralamat di Jl. Gabek Permai, Pangkalpinang, dengan tahun berdiri yang dicatat 1997. Data tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam penelusuran sejarah masjid.
Pencantuman nama YAMP pada nama masjid menjadi menarik karena sesuai dengan cerita masyarakat yang mengingat bahwa pembangunan Masjid Al Hidayah memiliki hubungan dengan program pembangunan masjid YAMP pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Meski demikian, tahun 1997 sebaiknya dipahami sebagai data yang masih perlu dikonfirmasi melalui sumber primer, seperti prasasti masjid, dokumen pembangunan, arsip pengurus, atau dokumen YAMP.
Mengenal Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP)
Untuk memahami sejarah Masjid Al Hidayah, kita perlu melihat terlebih dahulu sejarah Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila atau YAMP.
YAMP didirikan pada 17 Februari 1982. Menurut sejarah yang dipublikasikan YAMP, yayasan tersebut lahir dari gagasan Presiden Soeharto untuk membantu pembangunan masjid bagi masyarakat Muslim di berbagai daerah Indonesia.
Program tersebut kemudian dijalankan melalui pengumpulan amal jariah dari berbagai kalangan. YAMP selanjutnya menjadi salah satu yayasan yang dikenal karena program pembangunan masjid di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga ulang tahunnya yang ke-25, YAMP menyebut telah membangun ratusan masjid di berbagai daerah.
Karena itu, nama YAMP yang tercantum pada Masjid Al-Hidayah Gabek Permai menjadi petunjuk penting bahwa masjid tersebut kemungkinan mempunyai hubungan dengan jaringan pembangunan masjid YAMP.
Kisah Awal Masjid Al Hidayah Gabek Satu
Menurut penuturan masyarakat yang telah tinggal di kawasan Gabek Satu sejak masa kecil, pembangunan Masjid Al Hidayah berkaitan dengan usulan pembangunan melalui YAMP pada era pemerintahan Presiden Soeharto.
Pada masa tersebut, kawasan Gabek Permai belum berkembang seperti sekarang. Pertumbuhan masyarakat membuat kebutuhan terhadap tempat ibadah semakin besar.
Masjid bukan hanya diperlukan untuk salat berjamaah, tetapi juga menjadi tempat anak-anak belajar mengaji, masyarakat mengadakan pengajian, memperingati hari besar Islam, dan melaksanakan berbagai kegiatan sosial.
Dalam cerita yang berkembang di tengah masyarakat, muncul gagasan untuk membangun masjid yang lebih layak. Usulan tersebut kemudian dikaitkan dengan program pembangunan masjid YAMP.
Jika nantinya ditemukan dokumen pembangunan yang menguatkan cerita tersebut, maka Masjid Al Hidayah dapat ditempatkan sebagai bagian dari sejarah pembangunan masjid YAMP di Pangkalpinang.
Alm. H. Abu Mansyur Asnawi, dan Ir. H. Yazan Dua diantara Salah Satu Tokoh Perintis
Salah satu nama yang penting dalam cerita masyarakat mengenai sejarah Masjid Al Hidayah adalah Alm. H. Abu Mansyur Asnawi dan Ir. H. Yazan.Menurut kesaksian masyarakat, beliau beliau merupakan dua diantara salah satu tokoh yang berperan dalam perintisan atau pembangunan Masjid Al Hidayah Gabek Satu.
Nama H. Abu Mansyur Asnawi juga ditemukan dalam sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kegiatan organisasi keagamaan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut memperlihatkan bahwa beliau memiliki kiprah dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Bangka Belitung. Dan Ir. H. Yazan sebagai Ketua Pengurus Masjid Al Hidayah tercatat pada Tahun 2017. Dalam ingatan masyarakat saat saya masih kecil, beliau dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki kehidupan ekonomi sangat mapan pada masanya. Bahkan, terdapat cerita di tengah masyarakat yang menyebut beliau sebagai salah satu orang terkaya di lingkungan Gabek Satu.
Namun, berdasarkan sumber tertulis yang berhasil ditemukan, belum tersedia dokumen pembangunan yang secara jelas menerangkan apakah beliau beliau merupakan penggagas awal pembangunan, pengusul kepada YAMP, anggota panitia pembangunan, tokoh yang mengurus tanah, atau penghubung masyarakat dengan YAMP. (Ayoo.. yang tau sejarah Mesjid tercinta kita ini, komen dibawah ya..😍)
Karena itu, dalam penulisan sejarah ini, Alm. H. Abu Mansyur Asnawi dan Ir. H. Yazan ditempatkan sebagai salah satu tokoh perintis berdasarkan kesaksian masyarakat, sementara detail perannya masih perlu diperkuat dengan dokumen primer.
Perjuangan Membangun Tempat Ibadah
Membangun masjid pada masa lalu tentu bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan tanah, biaya, tenaga, material, serta dukungan masyarakat.
Di balik berdirinya sebuah masjid biasanya terdapat banyak orang yang bekerja tanpa ingin namanya dikenal.
- Ada yang menyumbangkan tanah.
- Ada yang memberikan uang.
- Ada yang menyumbangkan material.
- Ada yang menjadi tukang.
- Ada yang mengangkut pasir dan batu.
- Ada yang membantu membuat proposal.
- Ada tokoh masyarakat yang menghubungkan kebutuhan warga dengan pihak yang dapat membantu pembangunan.
Karena itu, sejarah Masjid Al Hidayah seharusnya tidak hanya mencatat satu atau dua nama. Masih diperlukan penelitian untuk menemukan seluruh tokoh yang ikut membangun masjid tersebut.
Tahun 1997: Petunjuk Penting dalam Sejarah Masjid
Salah satu sumber daring mencatat Masjid YAMP Al-Hidayah di Jl. Gabek Permai dengan tahun berdiri 1997.
Informasi tersebut sangat penting karena dapat menjadi titik awal untuk mencari dokumen pembangunan.
Namun, tahun 1997 belum dapat langsung disimpulkan sebagai tahun pembangunan pertama tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Sebuah tahun yang tercantum dalam direktori bisa saja merupakan tahun pembangunan, peresmian, pencatatan, renovasi, atau perubahan administrasi masjid.
Karena itu, salah satu dokumen yang paling penting untuk ditemukan adalah prasasti pembangunan atau peresmian Masjid Al Hidayah.
Apakah Ada Tempat Ibadah Sebelum Masjid?
Pertanyaan ini masih menjadi salah satu bagian menarik dalam sejarah Masjid Al Hidayah.
Masyarakat yang sudah tinggal di Gabek Satu sejak masa lalu dapat menjadi sumber penting untuk menjawabnya.
Apakah sebelum Masjid Al Hidayah berdiri masyarakat sudah mempunyai surau atau langgar? Apakah masyarakat harus beribadah ke masjid yang lokasinya jauh? Apakah pembangunan Masjid Al Hidayah merupakan pembangunan baru atau pengembangan dari tempat ibadah sebelumnya?
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan membantu menentukan apakah sejarah Masjid Al Hidayah dimulai pada tahun 1997 atau sebenarnya jauh lebih awal.
Masjid Al Hidayah dan Kehidupan Sosial Masyarakat
Sejarah Masjid Al Hidayah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisiknya. Masjid juga berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Salah satu bukti penting terdapat dalam pemberitaan ANTARA Babel pada 23 April 2017.
Saat itu masyarakat Gabek Satu melaksanakan peringatan Isra Mikraj di Masjid Al Hidayah. Kegiatan tersebut disertai tradisi beranggung, yaitu masyarakat membawa makanan dari rumah untuk disantap bersama.
Tradisi tersebut memperlihatkan kuatnya hubungan antara masjid dan kehidupan sosial masyarakat. Masjid menjadi tempat berkumpul, bersilaturahmi, berbagi makanan, serta menjaga tradisi masyarakat lokal.
Yazan, Ketua Pengurus Masjid pada 2017
Dalam dokumentasi ANTARA Babel mengenai kegiatan Isra Mikraj tahun 2017, nama Yazan disebut sebagai Ketua Pengurus Masjid Al Hidayah Kelurahan Gabek Satu.
Keterangan tersebut menjadi salah satu bukti tertulis mengenai tokoh yang pernah memegang amanah dalam kepengurusan Masjid Al Hidayah.
Pada kegiatan tersebut juga terdapat ceramah agama oleh Ustaz Usman, penampilan rudat, serta santunan anak yatim.
Dengan demikian, Yazan dapat dicatat sebagai salah satu tokoh penting dalam fase perkembangan Masjid Al Hidayah, khususnya pada periode 2017. Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Yazan merupakan pendiri masjid.
Masjid Al Hidayah dan Tradisi Beranggung
Tradisi beranggung menjadi salah satu bagian menarik dalam perjalanan Masjid Al Hidayah.
Masyarakat membawa makanan dari rumah dan berkumpul di masjid untuk makan bersama.
Tradisi tersebut bukan hanya tentang makanan. Di dalamnya terdapat nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahmi, berbagi, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap tradisi masyarakat.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa fungsi Masjid Al Hidayah telah berkembang menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat Gabek Satu.
Masjid Al Hidayah pada Tahun 2024
Perjalanan masjid terus berlanjut hingga generasi sekarang.
Pada 20 September 2024, Pemerintah Kota Pangkalpinang memberitakan bahwa Masjid Al-Hidayah Gabek Satu menjadi lokasi pembukaan Musabaqoh Tilawatil Barzanji ke-IV tingkat Kota Pangkalpinang.
Kegiatan tersebut mengangkat tema "Kita Lestarikan Budaya Islam untuk Generasi Muda."
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa Masjid Al Hidayah masih memiliki posisi penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Pangkalpinang. Masjid bukan hanya tempat ibadah rutin, tetapi juga menjadi tempat berlangsungnya kegiatan keagamaan dan kebudayaan Islam.
Dari Generasi Perintis ke Generasi Penerus
Jika sejarah Masjid Al Hidayah dilihat sebagai sebuah perjalanan panjang, terdapat kesinambungan antargenerasi.
Generasi pertama adalah masyarakat dan tokoh yang memperjuangkan berdirinya tempat ibadah. Salah satu nama yang muncul dari sejarah lisan masyarakat adalah Alm. H. Abu Mansyur Asnawi.
Kemudian datang generasi pengurus berikutnya. Pada 2017, nama Yazan tercatat sebagai Ketua Pengurus Masjid Al Hidayah.
Setelah itu, masjid terus digunakan oleh generasi berikutnya untuk melaksanakan ibadah dan berbagai kegiatan sosial-keagamaan.
Inilah salah satu alasan mengapa sejarah masjid perlu ditulis. Sebab orang-orang yang membangun masjid mungkin sudah tidak ada, tetapi bangunan dan manfaat yang mereka tinggalkan masih dirasakan oleh masyarakat.
Dokumentasi Foto Lama Masjid Al Hidayah
Bagian yang paling penting untuk melengkapi sejarah Masjid Al Hidayah adalah dokumentasi foto lama.
Saat ini, foto daring yang mudah ditemukan lebih banyak berkaitan dengan kegiatan masjid pada periode yang lebih baru. Belum ditemukan secara meyakinkan foto yang dapat diverifikasi sebagai dokumentasi pembangunan pertama Masjid Al Hidayah.
Karena itu, foto lama dari masyarakat akan sangat berharga apabila ada tokoh tokoh masyarakat yang masih menyimpan kenangan dengan Mesjid AlHidayah tercinta kita ini.
Foto Pembangunan
Foto masyarakat bergotong royong membangun masjid dapat menjadi bukti visual mengenai proses pembangunan.
Foto Peletakan Batu Pertama
Jika ditemukan, foto tersebut dapat membantu mengidentifikasi tokoh masyarakat atau pejabat yang terlibat dalam pembangunan.
Foto Peresmian
Foto peresmian dapat membantu mengidentifikasi tahun, tokoh, serta pihak yang membantu pembangunan.
Foto Alm. H. Abu Mansyur Asnawi
Foto beliau bersama panitia pembangunan akan menjadi dokumentasi penting untuk sejarah Masjid Al Hidayah.
Foto Bangunan Lama
Foto masjid sebelum renovasi dapat digunakan untuk membandingkan perubahan bentuk bangunan dari masa ke masa.
Foto Kegiatan Masyarakat
Foto Isra Mikraj, Ramadan, pengajian, beranggung, dan kegiatan sosial juga merupakan bagian dari sejarah masjid.
Siapa Saja Tokoh yang Perlu Ditelusuri?
Penelitian sejarah Masjid Al Hidayah belum selesai. Masih banyak nama yang perlu ditemukan, antara lain:
- Tokoh pertama yang mengusulkan pembangunan masjid.
- Toko tokoh lainnya yang memiliki peran spesifik dalam pembangunan masjid.
- Pewakaf tanah.
- Ketua panitia pembangunan.
- Pengurus generasi pertama.
- Imam pertama.
- Tokoh yang menghubungkan masyarakat dengan YAMP.
- Pihak YAMP yang menangani pembangunan di Pangkalpinang.
- Pejabat yang melakukan peresmian.
- Para donatur dan masyarakat yang bergotong royong.
Sumber Sejarah yang Perlu Dicari
Untuk mengungkap sejarah awal masjid, penelitian dapat dilakukan melalui beberapa sumber lokal.
- Pengurus Masjid Al Hidayah: buku administrasi, buku kas, daftar pengurus, proposal pembangunan, dokumen wakaf, dan arsip renovasi.
- Keluarga yang memiliki kaitan erat dengan Pembangunan Masjid Al Hidayah: foto, surat, dokumen, dan cerita mengenai keterlibatan beliau beliau.
- Kelurahan Gabek Satu: arsip perkembangan kawasan dan fasilitas keagamaan.
- KUA Kecamatan Gabek: data administrasi keagamaan.
- Sesepuh masyarakat: kesaksian orang yang menyaksikan langsung perkembangan masjid.
- Arsip YAMP: dokumen pembangunan masjid yang dapat menjadi sumber primer.
Kronologi Sementara Masjid Al Hidayah Gabek Satu
| Periode | Peristiwa |
|---|---|
| 17 Februari 1982 | Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) didirikan dan menjalankan program pembangunan masjid di berbagai daerah Indonesia. |
| Era Soeharto | Menurut sejarah lisan masyarakat, muncul usulan pembangunan Masjid Al Hidayah melalui program YAMP. |
| Masa Perintisan | Alm. H. Abu Mansyur Asnawi disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam proses perintisan atau pembangunan masjid. |
| 1997 | Salah satu direktori mencatat Masjid YAMP Al-Hidayah di Jl. Gabek Permai dengan tahun berdiri 1997. |
| 23 April 2017 | Masjid menjadi lokasi peringatan Isra Mikraj dan tradisi beranggung masyarakat Gabek Satu. Yazan tercatat sebagai Ketua Pengurus. |
| 20 September 2024 | Masjid Al-Hidayah Gabek Satu menjadi lokasi pembukaan MT Barzanji ke-IV tingkat Kota Pangkalpinang. |
| Masa Kini | Masjid terus menjadi tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat Gabek Satu. |
Kesimpulan: Sebuah Masjid, Sebuah Perjalanan Sejarah
Masjid Al Hidayah Gabek Satu Pangkalpinang memiliki perjalanan yang menarik karena mempertemukan tiga unsur penting: masyarakat, tokoh lokal, dan program pembangunan masjid YAMP.
Data tertulis yang tersedia mencatat nama Masjid YAMP Al-Hidayah di Jl. Gabek Permai dengan tahun berdiri 1997.
Sementara itu, sejarah lisan masyarakat menyebut bahwa pembangunan masjid berkaitan dengan YAMP pada masa pemerintahan Soeharto dan salah satu tokoh yang berperan dalam proses tersebut adalah Alm. H. Abu Mansyur Asnawi.
Jejak tersebut kemudian diteruskan oleh generasi pengurus berikutnya, termasuk Yazan yang tercatat sebagai Ketua Pengurus pada 2017.
Masjid kemudian berkembang menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Tradisi beranggung, peringatan Isra Mikraj, santunan anak yatim, pengajian, hingga kegiatan Barzanji menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Salah satu data tertulis mencatat nama Masjid YAMP Al-Hidayah di Jl. Gabek Permai dengan tahun berdiri 1997. Namun, sejarah awal masjid masih menyimpan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab secara dokumenter.
Siapa yang pertama kali mengusulkan pembangunan?
Siapa pewakaf tanahnya?
Bagaimana proses usulan kepada YAMP?
Siapa saja anggota panitia pembangunan?
Kapan peletakan batu pertama dilakukan?
Siapa yang meresmikan masjid?
Dan apa sebenarnya peran Alm. H. Abu Mansyur Asnawi dan Tokoh Lainnya dalam pembangunan Masjid Al Hidayah?
Jawaban atas pertanyaan tersebut kemungkinan besar tidak hanya berada di internet. Bisa jadi jawabannya masih tersimpan di rumah warga, di dalam album foto lama, buku catatan pengurus, dokumen wakaf, prasasti, atau di dalam ingatan para sesepuh Gabek Satu.
Karena itu, sejarah Masjid Al Hidayah Gabek Satu belum selesai.
Sejarah ini masih menunggu untuk diceritakan oleh orang-orang yang pernah menyaksikannya.
Ketika kisah tersebut berhasil dihimpun dari berbagai sumber, Masjid Al Hidayah tidak hanya akan dikenang sebagai sebuah bangunan tempat ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah masyarakat Gabek Satu dan perjalanan kehidupan keagamaan Kota Pangkalpinang.
Masjid Al Hidayah Gabek Satu Pangkalpinang adalah bukti nyata dari kekuatan persatuan, keikhlasan, dan kerja keras masyarakat. Dari sebuah bangunan kayu sederhana, tempat ini telah berkembang menjadi pusat spiritualitas yang megah dan memberikan dampak sosial yang luar biasa bagi warga sekitar.
Tugas kita sekarang, terutama generasi penerus, adalah tidak hanya mengagumi sejarahnya, tetapi juga melanjutkan perjuangan para tokoh terdahulu dengan cara meramaikan, merawat, dan memakmurkan masjid ini dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus Deskripsi Penelusuran: Temukan sejarah mendalam pendirian Masjid Al Hidayah Gabek Satu Pangkalpinang, tokoh-tokoh penting di baliknya, serta transformasi arsitektur dari masa ke masa.
Sumber dan Referensi
- Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) — sejarah pendirian dan program pembangunan masjid.
- ANTARA Babel — "Warga Pangkalpinang Rayakan Isra Mikraj Dengan Adat Beranggung", 23 April 2017.
- Pemerintah Kota Pangkalpinang — "Musabaqoh Tilawatil Barzanji ke-IV Kembali Digelar di Pangkalpinang", 20 September 2024.
- Direktori Masjid — data Masjid YAMP Al-Hidayah, Jl. Gabek Permai, Pangkalpinang.
- Arsip dan kesaksian masyarakat Gabek Satu mengenai sejarah awal Masjid Al Hidayah dan keterlibatan Alm. H. Abu Mansyur Asnawi dan Ir. H. Yazan serta tokoh penting lainnya yang tidak dapat disebutkan literasinya.
- Artikel ini sebelumnya saya tampilkan pada blog saya Blog Ngerapik, namun tidak sesuai Niche Blog maka saya pindahkan artikelnya ke Blog BaktiSite .
Artikel ini membedakan antara fakta yang memiliki sumber tertulis dan sejarah lisan masyarakat. Informasi mengenai keterlibatan YAMP serta peran Alm. H. Abu Mansyur Asnawi , Ir. H. Yazan dan tokoh lainnya dalam pembangunan Masjid Al Hidayah masih perlu diperkuat melalui dokumen primer, foto lama, prasasti, dan wawancara dengan keluarga atau pengurus masjid generasi awal. Artikel ini secara keseluruhan di generate menggunakan penelusuran bantuan Ai. Apabila didalam artikel ini terdapat kesalahan, saya sebagai penulis mohon maaf sebesar besarnya 🙏🙏🙏



Belum ada Komentar untuk "Sejarah Masjid Al Hidayah Gabek Satu Pangkalpinang Jejak YAMP dan Para Tokoh Perintis Dibaliknya"
Posting Komentar