Kemarin Menelusuri Situs Kota Kapur Bangka Belitung Jejak Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Update cookies preferences
Banner
BREAKING NEWS
  • Memuat artikel terbaru...

Kemarin Menelusuri Situs Kota Kapur Bangka Belitung Jejak Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Kemarin Menelusuri Situs Kota Kapur Bangka Belitung Jejak Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Selasa, 08 September 2026

Kemarin Menelusuri Situs Kota Kapur Bangka Belitung: Jejak Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya 

Salam BaktiSite Blog teman teman semua, Kemarin tepatnya hari minggu 6 September 2026 saya diajak teman berkunjung ke Kota Kapur. Ternyata suasana disana sangat panas mungkin dikarenakan sekarang musim kemarau. Pulau Bangka memang selama ini lebih populer dengan keindahan pantai dan kekayaan timahnya. Namun, siapa sangka bahwa pulau ini menyimpan salah satu potongan teka-teki terbesar dalam sejarah maritim Nusantara? Situs Kota Kapur Bangka Belitung adalah bukti konkret bahwa wilayah ini merupakan pusat peradaban penting pada masa lampau, bahkan menjadi kunci terungkapnya eksistensi Kedatuan Sriwijaya. 

Terletak di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, situs purbakala ini terus memikat para arkeolog dan pencinta sejarah. Bahkan menurut berita yang saya baca pada situs website MetroTVNews adaya temuan terbaru seperti arca kuno dan potongan emas semakin menegaskan pentingnya kawasan ini dalam peta perdagangan internasional berabad-abad lalu. 

 

Sejarah Singkat dan Penemuan Situs Kota Kapur

Situs Kota Kapur pertama kali menarik perhatian dunia pada bulan Desember 1892 ketika seorang administratur Hindia-Belanda bernama J.K. van der Meulen menemukan sebuah tiang batu bersurat. Batu inilah yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Kota Kapur, sebuah peninggalan monumental yang ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. 

Sebelum prasasti ini diteliti secara mendalam oleh para ahli epigrafi, keberadaan Kerajaan Sriwijaya hampir tidak diketahui oleh dunia modern. Melalui baris kalimat di batu tugu tersebut, para sejarawan akhirnya berhasil menguak eksistensi kekuasaan imperium maritim terbesar di Asia Tenggara yang berangka tahun 686 Masehi. 

Daftar Peninggalan Penting di Situs Kota Kapur

Eksplorasi arkeologi di lahan seluas sekitar 154 hektare ini membuktikan bahwa Kota Kapur bukan sekadar pemukiman biasa. Sebelum pengaruh Sriwijaya masuk, wilayah ini diperkirakan sudah dihuni oleh komunitas masyarakat bercorak Hindu-Waisnawa sejak abad ke-5 hingga ke-7 Masehi. Berikut adalah beberapa peninggalan penting yang ditemukan: 

1. Prasasti Kota Kapur (Batu Kutukan Sriwijaya)

Prasasti ini berbentuk tugu (obelisk) dengan tinggi mencapai 177 cm. Isinya memuat persumpahan atau kutukan dari penguasa Sriwijaya, Dapunta Hiyang, kepada siapa saja yang berani mendurhaka atau tidak tunduk kepada kekuasaan Sriwijaya. Prasasti ini juga menceritakan ekspedisi militer Sriwijaya untuk menghukum "Bhumi Jawa" yang tidak mau tunduk. 

2. Reruntuhan Candi Hindu dan Arca Dewa Wisnu

Di situs ini ditemukan struktur Candi Kota Kapur yang terbuat dari susunan batu merah kuno. Selain candi, para arkeolog menemukan fragmen arca keagamaan Hindu seperti arca Dewa Wisnu dan arca Durga Mahisasuramardhini. Gaya pahatan mahkota arca Wisnu tersebut memiliki kemiripan dengan seni pra-Angkor dari Kamboja, menandakan adanya kontak budaya antarbangsa yang intens. 

3. Artefak Emas, Keramik, dan Bangkai Perahu Kuno

Penelitian arkeologi yang terus berlanjut berhasil mengamankan potongan-potongan perhiasan emas, gelang kuno, hingga puluhan mangkuk keramik asal China. Tidak jauh dari aliran Sungai Mendo, ditemukan pula sisa-sisa benteng tanah serta galangan perahu kuno yang memperkuat posisi Kota Kapur sebagai bandar pelabuhan maritim yang aktif. 

Tantangan Kelestarian Situs Sejarah Bangka

Meskipun kaya akan nilai historis, Situs Kota Kapur menghadapi tantangan besar dalam hal pelestarian. Aktivitas penambangan timah inkonvensional serta perluasan perkebunan kelapa sawit di sekitar area situs menjadi ancaman nyata bagi struktur cagar budaya yang masih tertimbun di dalam tanah. 

Sumber & Referensi Pendukung:

  • Data Registrasi Nasional Cagar Budaya - Kementerian Kebudayaan
  • Laporan Ekskavasi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas)

Kesimpulan

Situs Kota Kapur di Bangka Belitung adalah permata sejarah yang tidak boleh dilupakan. Melalui peninggalan seperti prasasti, candi, dan arca emas kuno, kita diajak melihat kembali kejayaan Nusantara yang telah mampu membangun jaringan perdagangan global sejak abad ke-7 masehi. Jika teman teman sedang berkunjung ke Pulau Bangka, menyempatkan diri mempelajari sejarah di kawasan Mendo Barat ini akan memberikan pengalaman wisata sejarah yang sangat berharga. 

Merawat Rasa, Menjaga Jati Diri Nusantara. Dari Warisan Tradisi, Untuk IndonesiaKu. "A Journey Through Of Indonesian BABEL It's My Island"
  • Blogger
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • X
  • Belum ada Komentar untuk "Kemarin Menelusuri Situs Kota Kapur Bangka Belitung Jejak Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya"

    Posting Komentar

    Memuat waktu...
    Rekomendasi Artikel
    Bakti Site Blogger

    Selengkapnya

    Memuat rekomendasi artikel...

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel