Kemarin Menelusuri Situs Kota Kapur Bangka Belitung Jejak Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Kemarin Menelusuri Situs Kota Kapur Bangka Belitung: Jejak Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Salam BaktiSite Blog teman teman semua, Kemarin tepatnya hari minggu 6 September 2026 saya diajak teman berkunjung ke Kota Kapur. Ternyata suasana disana sangat panas mungkin dikarenakan sekarang musim kemarau. Pulau Bangka memang selama ini lebih populer dengan keindahan pantai dan kekayaan timahnya. Namun, siapa sangka bahwa pulau ini menyimpan salah satu potongan teka-teki terbesar dalam sejarah maritim Nusantara? Situs Kota Kapur Bangka Belitung adalah bukti konkret bahwa wilayah ini merupakan pusat peradaban penting pada masa lampau, bahkan menjadi kunci terungkapnya eksistensi Kedatuan Sriwijaya.
Terletak di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, situs purbakala ini terus memikat para arkeolog dan pencinta sejarah. Bahkan menurut berita yang saya baca pada situs website MetroTVNews adaya temuan terbaru seperti arca kuno dan potongan emas semakin menegaskan pentingnya kawasan ini dalam peta perdagangan internasional berabad-abad lalu.
Daftar Peninggalan Penting di Situs Kota Kapur
Eksplorasi arkeologi di lahan seluas sekitar 154 hektare ini membuktikan bahwa Kota Kapur bukan sekadar pemukiman biasa. Sebelum pengaruh Sriwijaya masuk, wilayah ini diperkirakan sudah dihuni oleh komunitas masyarakat bercorak Hindu-Waisnawa sejak abad ke-5 hingga ke-7 Masehi. Berikut adalah beberapa peninggalan penting yang ditemukan:
1. Prasasti Kota Kapur (Batu Kutukan Sriwijaya)
Prasasti ini berbentuk tugu (obelisk) dengan tinggi mencapai 177 cm. Isinya memuat persumpahan atau kutukan dari penguasa Sriwijaya, Dapunta Hiyang, kepada siapa saja yang berani mendurhaka atau tidak tunduk kepada kekuasaan Sriwijaya. Prasasti ini juga menceritakan ekspedisi militer Sriwijaya untuk menghukum "Bhumi Jawa" yang tidak mau tunduk.
2. Reruntuhan Candi Hindu dan Arca Dewa Wisnu
Di situs ini ditemukan struktur Candi Kota Kapur yang terbuat dari susunan batu merah kuno. Selain candi, para arkeolog menemukan fragmen arca keagamaan Hindu seperti arca Dewa Wisnu dan arca Durga Mahisasuramardhini. Gaya pahatan mahkota arca Wisnu tersebut memiliki kemiripan dengan seni pra-Angkor dari Kamboja, menandakan adanya kontak budaya antarbangsa yang intens.
3. Artefak Emas, Keramik, dan Bangkai Perahu Kuno
Penelitian arkeologi yang terus berlanjut berhasil mengamankan potongan-potongan perhiasan emas, gelang kuno, hingga puluhan mangkuk keramik asal China. Tidak jauh dari aliran Sungai Mendo, ditemukan pula sisa-sisa benteng tanah serta galangan perahu kuno yang memperkuat posisi Kota Kapur sebagai bandar pelabuhan maritim yang aktif.
Sumber & Referensi Pendukung:
- Data Registrasi Nasional Cagar Budaya - Kementerian Kebudayaan
- Laporan Ekskavasi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas)
Untuk lebih jelasnya tentang misteri kota kapur, silahkan lihat pada artikel di halaman ini


Belum ada Komentar untuk "Kemarin Menelusuri Situs Kota Kapur Bangka Belitung Jejak Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya"
Posting Komentar