Makanan yang Biasanya Disajikan dalam Dulang Nganggung Bangka Belitung Update cookies preferences
Banner
BREAKING NEWS
  • Memuat artikel terbaru...

Makanan yang Biasanya Disajikan dalam Dulang Nganggung Bangka Belitung

Makanan yang Biasanya Disajikan dalam Dulang Nganggung Bangka Belitung
Jumat, 04 September 2026

Makanan yang Biasanya Disajikan dalam Dulang Adat Nganggung di Bangka Belitung

Salam Baktisite Blog, Dulang nganggung merupakan salah satu tradisi masyarakat Bangka yang tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kekeluargaan, berbagi, dan gotong royong. Dalam tradisi ini, masyarakat membawa makanan menggunakan dulang atau talam untuk kemudian dinikmati bersama.

Isi makanan di dulang dapat berbeda-beda tergantung daerah, jenis acara, keluarga, serta makanan yang tersedia. Namun, terdapat sejumlah makanan tradisional Bangka Bekitung yang cukup sering dijumpai dalam sajian dulang.

gambar diambil dari kompas.com

Apa Itu Dulang Nganggung?

Dulang nganggung merupakan wadah besar berbentuk talam atau nampan yang digunakan untuk membawa makanan dalam kegiatan masyarakat. Makanan biasanya dibawa dari rumah masing-masing menggunakan dulang yang telah ditutup dengan tudung saji.

Setelah sampai di tempat kegiatan, dulang dikumpulkan dan makanan kemudian dinikmati bersama-sama biasanya setelah doa penutup dari sebuah kegiatan/acara. Tradisi ini dapat dijumpai dalam berbagai kegiatan keagamaan, kenduri, peringatan tertentu, maupun acara masyarakat.

Apa Saja Isi dari Dulang Nganggung?

1. Nasi Putih

Nasi putih menjadi salah satu makanan utama dalam sajian dulang. Nasi berfungsi sebagai makanan pokok yang disantap bersama berbagai lauk dan masakan tradisional. Walaupun sederhana, nasi merupakan bagian penting yang menyatukan berbagai hidangan dalam satu dulang.

2. Lempah Kuning

Lempah kuning merupakan salah satu kuliner yang sangat identik dengan Bangka Belitung. Hidangan ini umumnya menggunakan ikan sebagai bahan utama dengan kuah berwarna kuning yang memiliki cita rasa gurih, asam, segar, dan sedikit pedas. Lempah kuning sangat cocok disantap bersama nasi putih dan menjadi salah satu hidangan yang sering dikaitkan dengan kuliner tradisional masyarakat Babel.

3. Ikan Bakar

Ikan bakar juga dapat menjadi salah satu lauk dalam sajian dulang. Sebagai daerah kepulauan, Babel memiliki kekayaan hasil laut yang sangat beragam. Ikan segar dibumbui kemudian dibakar hingga menghasilkan aroma yang harum. Ikan bakar memberikan variasi rasa dibandingkan hidangan berkuah seperti lempah kuning.

4. Ikan Goreng

Selain ikan bakar, ikan goreng juga menjadi pilihan lauk yang sederhana dan mudah dipadukan dengan nasi serta sambal. Jenis ikan yang digunakan dapat menyesuaikan hasil tangkapan atau bahan yang tersedia di masing-masing keluarga.

5. Sambal

Sambal menjadi pelengkap penting dalam berbagai hidangan masyarakat Babel. Rasa pedas dari sambal dapat membuat makanan terasa semakin nikmat. Jenis sambal yang disajikan dapat berbeda-beda, tergantung resep keluarga dan bahan yang tersedia. Sambal biasanya ditempatkan dalam wadah kecil agar mudah dinikmati bersama.

6. Sayuran dan Lalapan

Sayuran dan lalapan dapat menjadi pelengkap dalam sajian dulang. Sayuran yang digunakan bisa berupa sayuran rebus maupun bahan segar yang tersedia di lingkungan masyarakat. Kehadiran sayuran membuat isi dulang menjadi lebih beragam dan memberikan keseimbangan ketika disantap bersama lauk yang memiliki bumbu kuat.

7. Lempah Keladi

Lempah keladi merupakan salah satu hidangan tradisional warga yang memanfaatkan bahan pangan lokal. Keladi diolah menjadi hidangan berkuah dengan bumbu khas sehingga menghasilkan cita rasa dan tekstur yang berbeda dari lempah ikan.

8. Lempah Kulat Pelawan

Lempah kulat pelawan merupakan salah satu makanan khas yang dikenal di beberapa wilayah Babel. Hidangan ini menggunakan jamur pelawan sebagai bahan utamanya. Dalam salah satu penyajian makan bedulang di kawasan Hutan Pelawan, Desa Namang, Bangka Tengah, lempah kulat pelawan disajikan bersama berbagai hidangan lain seperti lempah kuning kakap, ikan bakar, sambal, kucai ikan pari, dan lempah keladi. Dan tahukah kalian teman teman, harga kulat pelawan mahal lho..coba cek di internet, wwoow deh!

9. Kucai Ikan Pari

Kucai ikan pari juga dikenal sebagai salah satu hidangan tradisional yang dapat hadir dalam sajian kuliner Bangka. Penggunaan ikan pari menunjukkan bagaimana masyarakat pesisir memanfaatkan hasil laut menjadi makanan dengan cita rasa khas daerah.

10. Ayam Ketumbar

Ayam ketumbar merupakan salah satu menu yang dapat ditemukan dalam sajian makan bersama. Ayam diolah dengan bumbu ketumbar sehingga menghasilkan aroma rempah yang khas. Hidangan ayam memberikan pilihan lauk selain ikan dan hasil laut yang biasanya banyak ditemukan dalam kuliner Bangka Belitung.

11. Kue Tradisional

Dulang tidak selalu hanya berisi makanan berat dan utama. Kue tradisional juga dapat menjadi bagian dari sajian, terutama ketika nganggung dilakukan dalam kegiatan keagamaan, kenduri, atau perayaan masyarakat. Kue biasanya menjadi makanan pelengkap yang dapat dinikmati setelah menyantap hidangan utama.

12. Buah-Buahan

Buah-buahan juga dapat menjadi makanan pelengkap dalam kegiatan makan bersama. Jenis buah yang digunakan biasanya menyesuaikan musim dan ketersediaan. Namun, perlu diketahui bahwa susunan makanan dalam dulang wilayah Bangka dapat berbeda dengan tradisi makan bedulang di wilayah Belitung. Setiap daerah mempunyai kebiasaan dan komposisi hidangan masing-masing.

 

Daftar Makanan dalam Dulang Nganggung

🍽️ Sajian yang Dapat Ditemukan dalam Dulang

  • Nasi putih
  • Lempah kuning
  • Ikan bakar
  • Ikan goreng
  • Sambal
  • Sayuran dan lalapan
  • Lempah keladi
  • Lempah kulat pelawan
  • Kucai ikan pari
  • Ayam ketumbar
  • Kue tradisional
  • Buah-buahan

Mengapa Isi Dulang Bisa Berbeda?

Satu hal penting dalam memahami tradisi nganggung adalah bahwa tidak ada satu daftar menu yang wajib sama untuk setiap dulang, karena ini sifatnya memberi dengan ikhlas dan semampunya. Isi dulang dapat berubah berdasarkan jenis acara, daerah atau kampung, kemampuan keluarga, bahan makanan yang tersedia, musim, tradisi keluarga, serta jumlah orang yang akan menikmati makanan.

Karena itu, kita dapat menemukan dulang dengan lempah kuning di satu tempat, sementara di tempat lain terdapat ikan bakar, ayam, sayuran, sambal, kue, atau makanan tradisional lainnya. Inilah adat bumi serumpun sebalai kawan..

Dulang Bukan Sekadar Tempat Makanan

Hal paling menarik dari tradisi dulang nganggung sebenarnya bukan hanya makanan yang tersaji. Di balik berbagai lauk tersebut terdapat nilai kebersamaan, kekeluargaan, berbagi, dan gotong royong. Masyarakat membawa makanan dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan dan dinikmati bersama. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat duduk dan makan bersama dalam suasana kekeluargaan.

Dulang Nganggung sebagai Warisan Budaya Bangka

Perkembangan zaman membuat pola makan masyarakat semakin berubah. Berbagai makanan modern semakin mudah ditemukan, sementara kegiatan makan bersama secara tradisional tidak selalu dilakukan setiap hari. Namun, tradisi nganggung tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Bangka dan Belitung.

Melestarikan dulang nganggung bukan hanya berarti mempertahankan bentuk dulang dan tudung saji, tetapi juga menjaga pengetahuan tentang makanan tradisional, cara penyajian, kebiasaan makan bersama, serta nilai kebersamaan dalam gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Penutup

Dulang nganggung Bangka merupakan bagian dari kekayaan budaya dan kuliner masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. Makanan yang disajikan dapat berupa nasi putih, lempah kuning, ikan bakar, ikan goreng, sambal, sayuran, lempah keladi, lempah kulat pelawan, kucai ikan pari, ayam ketumbar, kue tradisional, hingga buah-buahan.

Namun, susunan hidangan tidak selalu sama karena dapat menyesuaikan daerah dan jenis acara. Lebih dari sekadar kumpulan makanan, dulang merupakan simbol kebersamaan, kekeluargaan, berbagi, dan gotong royong. Ketika sebuah dulang dibuka dan makanan di dalamnya dinikmati bersama-sama, yang sebenarnya sedang disajikan bukan hanya makanan tradisional Bangka, tetapi juga sebuah nilai budaya, yaitu:

Adat Bangka Belitung Sama diJunjung sama Dipikul, Makan bersama untuk mempererat tali persaudaraan.

Merawat Rasa, Menjaga Jati Diri Nusantara. Dari Warisan Tradisi, Untuk IndonesiaKu. "A Journey Through Of Indonesian BABEL It's My Island"
  • Blogger
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • X
  • Belum ada Komentar untuk "Makanan yang Biasanya Disajikan dalam Dulang Nganggung Bangka Belitung"

    Posting Komentar

    Memuat waktu...
    Rekomendasi Artikel
    Bakti Site Blogger

    Selengkapnya

    Memuat rekomendasi artikel...

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel