Masjid Jamik Pangkalpinang Tentang Sejarah, Arsitektur dan Jejak Perkembangan Kota Update cookies preferences
Banner
BREAKING NEWS
  • Memuat artikel terbaru...

Masjid Jamik Pangkalpinang Tentang Sejarah, Arsitektur dan Jejak Perkembangan Kota

Masjid Jamik Pangkalpinang Tentang Sejarah, Arsitektur dan Jejak Perkembangan Kota
Rabu, 02 September 2026

Masjid Jamik Pangkalpinang: Sejarah, Arsitektur dan Jejak Perkembangan Kota

Masjid Jamik Pangkalpinang bukan sekadar tempat ibadah bagi masyarakat Kota Pangkalpinang. Bangunan yang berdiri megah di kawasan Kampung Dalam ini merupakan salah satu peninggalan sejarah penting yang merekam perjalanan masyarakat, perkembangan kehidupan keagamaan, hingga perubahan Kota Pangkalpinang dari masa ke masa.

Dengan bentuk bangunannya yang khas, sejarah pembangunan yang panjang, serta nilai kebersamaan masyarakat yang melekat di dalamnya, Masjid Jamik menjadi salah satu ikon sejarah dan religi di Bangka Belitung. Bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Kota Pangkalpinang, Masjid Jamik merupakan salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi pengunjung yang datang ke Kota Kami Serumpun Sebalai ini ya teman teman..

Berikut dibawah kumpulan gambar dari Masjid Jamik Pangkalpinang, yang diambil dari sumber Google, dan Kompas:



Sejarah Awal Masjid Jamik Pangkalpinang

Sejarah Masjid Jamik berkaitan erat dengan perpindahan masyarakat dari kawasan Tua Tunu menuju Pangkalpinang. Masyarakat dari Kampung Dalam dan Kampung Tengah Tua Tunu kemudian menetap di wilayah Pangkalpinang dan membentuk kawasan permukiman dengan nama yang berkaitan dengan kampung asal mereka.

Di tengah perkembangan permukiman tersebut, kebutuhan terhadap tempat ibadah semakin besar. Masyarakat kemudian mendirikan sebuah masjid yang kelak dikenal sebagai Masjid Jamik Pangkalpinang. Berdasarkan catatan sejarah, pembangunan Masjid Jamik dimulai pada 3 Syawal 1355 Hijriah atau 18 Desember 1936 Masehi. Informasi mengenai tanggal tersebut juga tercatat pada sebuah meja atau marmer putih yang berada di halaman masjid.

Pada awal pembangunannya, Masjid Jamik belum berbentuk seperti bangunan yang dapat kita lihat sekarang ini. Bangunannya baru berupa bangunan semi permanen dengan lantai semen dan dinding papan. Atapnya menggunakan genteng dan jika dilihat dari atas memiliki bentuk menyerupai piramida atau limas bertingkat (menurut pengakuan warga sekitar masjid).

Masjid Jamik dan Perkembangan Masyarakat Pangkalpinang

Keberadaan Masjid Jamik tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Kota Pangkalpinang pada masa kolonial. Pada dekade 1930-an, Pangkalpinang berkembang sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat di Bangka. Bahkan berdasarkan catatan sejarah, Pangkalpinang ditetapkan sebagai ibu kota Keresidenan Bangka Belitung melalui ordonansi tanggal 2 Desember 1933.

Dalam situasi tersebut, pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat ikut mendorong perkembangan fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, tepatnya di kawasan kampung dalam. Masjid Jamik kemudian menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat Muslim Pangkalpinang. Masjid bukan hanya digunakan untuk salat berjamaah, tetapi juga menjadi tempat pengajian, pembelajaran agama, dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, perjalanan Masjid Jamik sebenarnya merupakan bagian dari perjalanan masyarakat Pangkalpinang itu sendiri.

Bentuk Awal Masjid yang Unik

Masjid Jamik pada masa awal memiliki bentuk arsitektur yang cukup menarik. Bangunan awalnya terdiri atas beberapa tingkatan. Bagian bawah digunakan sebagai tempat salat dan kegiatan pengajian. Sementara bagian lainnya digunakan untuk menyimpan kitab-kitab agama, buku, tikar, serta perlengkapan masjid.

Bagian paling atas berfungsi sebagai tempat muazin mengumandangkan azan. Pada masa tersebut, menara tidak selalu berbentuk seperti menara masjid modern, sehingga fungsi menara dapat menyatu dengan struktur utama bangunan. Menurut catatan sejarah, bangunan awal Masjid Jamik mampu menampung sekitar 600 jamaah.

Bentuk atap bertingkatnya juga sering dikaitkan dengan karakter arsitektur masjid tua yang ada di Nusantara. Beberapa catatan menyebut bentuk tersebut sebagai Meru Tumpuk, yaitu bentuk atap bertingkat yang banyak ditemukan pada bangunan tradisional dan masjid-masjid lama di Indonesia.

Renovasi Besar Masjid Jamik Tahun 1950–1954

Seiring bertambahnya jumlah jamaah, bangunan lama akhirnya membutuhkan perluasan dan perbaikan. Renovasi besar pertama dilakukan pada periode 1950–1954. Pembangunan tidak hanya mengandalkan satu pihak, tetapi didukung oleh partisipasi masyarakat. Semangat gotong royong warga masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan Masjid Jamik.

Menariknya, dukungan pembangunan juga datang dari berbagai kelompok etnis. Catatan sejarah menyebut adanya bantuan dari masyarakat non-Muslim keturunan Tionghoa di Pangkalpinang. Bahkan kubah pertama masjid disebut dibangun dengan bantuan dari firma Ko Kian Lan. Kisah tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari sejarah Masjid Jamik karena menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas masyarakat pada masa itu dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat bukan kelompok etnis tersendiri.

Sumbangan Bung Hatta untuk Masjid Jamik

Salah satu cerita yang membuat sejarah Masjid Jamik semakin menarik adalah keterlibatan Wakil Presiden Pertama RI. Ir. H. Mohammad Hatta dalam pembangunan masjid ini. Pada Juli 1951, Mohammad Hatta berkunjung ke Masjid Jamik. Dalam kesempatan tersebut, Bung Hatta turut memberikan sumbangan untuk pembangunan masjid sebesar Rp1.000.

Pada masa itu, nilai Rp1.000 tentu memiliki arti yang berbeda dibandingkan nilai uang sekarang. Sumbangan tersebut menjadi bagian dari sejarah pembangunan Masjid Jamik dan menunjukkan perhatian terhadap perkembangan kehidupan bangunan ibadaha bagi masyarakat di daerah .

Pembangunan Dilanjutkan Tahun 1955–1961

Setelah tahap renovasi pertama selesai, pembangunan Masjid Jamik kembali dilanjutkan pada periode 1955–1961. Tahap pembangunan berikutnya mencakup penyelesaian bangunan serta pembangunan menara masjid yang memiliki ketinggian sekitar 23 meter.

Proses pembangunan tersebut akhirnya mencapai tahap penyelesaian pada tahun 1961. Pada Tanggal 3 Juni 1961 pukul 09.00, Masjid Jamik Pangkalpinang secara resmi diresmikan setelah rangkaian pembangunan dan renovasi selesai. Momentum tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjalanan Masjid Jamik Pangkalpinang.

Arsitektur Masjid Jamik Pangkalpinang

Salah satu daya tarik Masjid Jamik adalah arsitekturnya yang menyimpan banyak simbol dan karakter khas. Berbeda dengan masjid modern yang umumnya menggunakan desain arsitektur kontemporer, Masjid Jamik memiliki bentuk yang memperlihatkan perpaduan antara karakter masjid tradisional Nusantara dengan perkembangan bangunan pada masa setelah kemerdekaan.

Beberapa unsur bangunan memiliki makna simbolis, diantaranya adalah:

1. Tiga tingkatan bangunan

Masjid memiliki tiga undakan atau tingkatan yang menjadi salah satu karakter visual bangunannya.

2. Enam tiang kecil

Pada bagian depan terdapat enam tiang penyangga kecil, masing-masing tiga di sisi kanan dan tiga di sisi kiri. Unsur tersebut dimaknai sebagai simbol Rukun Iman.

3. Empat tiang utama

Masjid Jamik juga memiliki empat tiang utama yang dikaitkan dengan jumlah Khulafaur Rasyidin.

4. Lima pintu masuk

Bangunan masjid mempunyai lima pintu masuk, yaitu tiga pintu di bagian depan serta masing-masing satu pintu di sisi kanan dan kiri.

5. Satu kubah

Kubah menjadi salah satu elemen penting pada tampilan Masjid Jamik setelah mengalami proses pembangunan dan renovasi.

Unsur-unsur tersebut membuat bangunan Masjid Jamik bukan hanya memiliki nilai arsitektur, tetapi juga mengandung simbol-simbol keagamaan khas masyarakat sekitar.

Masjid Jamik sebagai Simbol Gotong Royong

Salah satu nilai terbesar yang dapat dipetik dari sejarah Masjid Jamik adalah semangat gotong royong antar sesama warga masyarakat. Pembangunan dan renovasi masjid berlangsung melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari sumbangan masyarakat hingga bantuan material dan tenaga.

Catatan penelitian mengenai sejarah Masjid Jamik juga menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat dalam proses pembangunan. Hal ini memperlihatkan bahwa masjid pada masa tersebut tidak hanya dibangun sebagai sebuah bangunan fisik, tetapi juga sebagai hasil kebersamaan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian penting dari identitas Masjid Jamik hingga sekarang.

Masjid Jamik sebagai Cagar Budaya

Nilai sejarah yang dimiliki Masjid Jamik membuat bangunan ini mendapatkan perlindungan sebagai cagar budaya. Masjid Jamik tercatat sebagai salah satu Cagar Budaya Kota Pangkalpinang berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.13/PW.007/MKP/2010 tanggal 8 Januari 2010 dan perlindungannya berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Status tersebut menunjukkan bahwa Masjid Jamik memiliki nilai penting yang tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga sejarah, kebanggaan dan kebudayaan masyarakat.

Penutup dan Kesimpulan

Masjid Jamik Pangkalpinang merupakan salah satu warisan sejarah penting di Bangka Belitung. Berdiri sejak 1936 dan mengalami berbagai tahap pembangunan hingga peresmian pada 1961, masjid ini telah menjadi saksi perubahan masyarakat dan perkembangan Kota Pangkalpinang.

Arsitekturnya yang khas, simbol-simbol keagamaan pada bangunan, kisah gotong royong masyarakat, serta statusnya sebagai cagar budaya menjadikan Masjid Jamik lebih dari sekadar tempat ibadah. Masjid ini adalah bagian dari identitas kota.

Bagi masyarakat Pangkalpinang, Masjid Jamik bukan hanya bangunan bersejarah yang harus dipertahankan, tetapi juga pengingat bahwa sebuah kota dibangun oleh perjalanan panjang masyarakatnya.Masjid Jamik Pangkalpinang adalah jejak masa lalu yang masih hidup di tengah perkembangan kota.


📌 Fakta Singkat Masjid Jamik Pangkalpinang

Berikut beberapa fakta penting mengenai Masjid Jamik Pangkalpinang yang menjadi salah satu bangunan bersejarah dan cagar budaya di Kota Pangkalpinang:

Nama: Masjid Jamik Pangkalpinang

Lokasi: Jalan Masjid Jamik, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung

Tahun pembangunan: 1936

Tanggal pembangunan: 3 Syawal 1355 H / 18 Desember 1936 M

Renovasi besar pertama: 1950–1954

Renovasi tahap kedua: 1955–1961

Peresmian: 3 Juni 1961

Menara: Sekitar 23 meter

Status: Cagar Budaya

Ciri arsitektur: Bangunan bertingkat, atap khas masjid lama Nusantara, kubah, empat tiang utama, lima pintu dan enam tiang kecil pada bagian depan.

Video diambil dari kanal youtube KOMPASTV
 
 

Meta Hastags:

#MasjidJamikPangkalpinang #MasjidJamik #Pangkalpinang #BangkaBelitung #SejarahPangkalpinang #SejarahBangkaBelitung #CagarBudaya #WisataSejarah #WisataPangkalpinang #MasjidBersejarah #ArsitekturMasjid #BaktiSite

Merawat Rasa, Menjaga Warisan Nusantara. Dari Dapur Tradisi, Untuk IndonesiaKu. "A Journey Through Indonesian Flavors"
  • Blogger
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • X
  • Belum ada Komentar untuk "Masjid Jamik Pangkalpinang Tentang Sejarah, Arsitektur dan Jejak Perkembangan Kota"

    Posting Komentar

    Memuat waktu...
    Rekomendasi Artikel
    Bakti Site Blogger

    Selengkapnya

    Memuat rekomendasi artikel...

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel