Mengenal Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang Sejarah, Keunikan Arsitektur dan Pesonanya Update cookies preferences
Banner
BREAKING NEWS
  • Memuat artikel terbaru...

Mengenal Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang Sejarah, Keunikan Arsitektur dan Pesonanya

Mengenal Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang Sejarah, Keunikan Arsitektur dan Pesonanya
Rabu, 02 September 2026

Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang: Sejarah, Keunikan Arsitektur dan Pesonanya

Salam Baktisite, apakah teman teman sudah pernah berkunjung ke Masjid Raya Tua Tunu? Masjid ini merupakan salah satu bangunan keagamaan yang menjadi pusat perhatian di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Berdiri di kawasan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, masjid ini tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat kegiatan Islam dan salah satu daya tarik wisata religi di Pangkalpinang.

Bangunannya memiliki perpaduan arsitektur modern dan tradisional yang membuat Masjid Raya Tua Tunu mempunyai karakter berbeda. Kehadiran kubah, menara, halaman yang luas serta unsur arsitektur yang mengambil inspirasi dari budaya lokal menjadikan masjid ini mudah sejaki dikenali.

Gambar Masjid Raya Tua Tunu diambil dari wonderful.pangkalpinangkota.go.id

Masjid Raya Tua Tunu Berada di Kawasan Bersejarah

Masjid Raya Tua Tunu berada di kawasan perkampungan Tua Tunu, Kelurahan Tua Tunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Data pariwisata nasional mencatat lokasinya di kawasan Jalan Bukit Merapin, Tua Tunu.

Kawasan Tua Tunu sendiri memiliki hubungan erat dengan sejarah masyarakat Melayu Bangka di Pangkalpinang. Nama Tua Tunu juga muncul dalam sejarah perkembangan permukiman dan kehidupan masyarakat di kota ini. Karena itu, keberadaan masjid raya di kawasan tersebut memiliki makna lebih luas. Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kawasan wilayah Tua Tunu.

Diresmikan pada 20 Maret 2008

Masjid Raya Tua Tunu resmi diresmikan pada 20 Maret 2008 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara saat itu, Bapak Taufik Effendi.

Pembangunan masjid dibiayai melalui dana Pemerintah Kota Pangkalpinang, bantuan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta dukungan dari berbagai pihak. Sejak awal, masjid ini memang dipersiapkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat studi Islam dan kegiatan bernuansa keagamaan.

FAKTA MASJID RAYA TUA TUNU

🕌 Nama: Masjid Raya Tua Tunu
📍 Lokasi: Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang
📅 Diresmikan: 20 Maret 2008
🏛️ Konsep: Perpaduan arsitektur modern dan tradisional
🙏 Fungsi: Tempat ibadah dan kegiatan keislaman
🌿 Pengembangan: Salah satu daya tarik wisata religi Pangkalpinang

Perpaduan Arsitektur Modern dan Tradisional

Salah satu daya tarik utama Masjid Raya Tua Tunu adalah desain bangunannya. Masjid ini menggabungkan unsur arsitektur modern dengan karakter tradisional Bangka Belitung.Bagian kubah menjadi salah satu elemen yang paling mudah dikenali. Bentuknya dipadukan dengan ornamen lokal sehingga memberikan identitas tersendiri pada bangunan masjid.

Masjid ini juga memiliki menara tinggi yang menjadi salah satu bagian penting dari komposisi bangunan. Dari kejauhan, keberadaan kubah dan menara membuat Masjid Raya Tua Tunu tampil menonjol di tengah kawasan permukiman masyarakat sekitar. 

Kubah dengan Nuansa Budaya Lokal

Keunikan lainnya terlihat pada bentuk kubah. Sejumlah sumber mengenai Masjid Raya Tua Tunu menjelaskan bahwa desain kubah mengambil inspirasi dari tudung saji, salah satu unsur yang dikenal dalam budaya masyarakat Bangka Belitung. Inspirasi tersebut membuat bangunan masjid tidak terasa seperti bangunan modern biasa. Unsur budaya lokal justru dimasukkan ke dalam rancangan sehingga masjid memiliki ciri khas yang berkaitan dengan identitas daerah.

Perpaduan seperti ini menjadi menarik karena arsitektur tidak hanya berfungsi untuk keindahan, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan budaya bumi Serumpun Sebalai.

Masjid yang Memiliki Fasilitas Modern

Ketika dibangun, Masjid Raya Tua Tunu dirancang untuk mengikuti perkembangan zaman. Sumber Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas modern, termasuk beduk elektronik dan fasilitas koneksi internet yang memadai. Keren bukan..

Konsep tersebut memperlihatkan keinginan untuk menghadirkan sebuah masjid yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern. Masjid juga diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keislaman dan studi Islam sehingga aktivitas yang berlangsung di dalamnya tidak terbatas pada salat berjamaah saja. Beutifull lah pukok e..

Masjid Raya Tua Tunu sebagai Wisata Religi

Pemerintah daerah sejak awal juga melihat potensi Masjid Raya Tua Tunu sebagai salah satu tujuan wisata religi. Kecamatan Gerunggang bahkan memperkenalkan masjid ini sebagai salah satu Trademark kebanggaan wilayah dan bagian dari pengembangan wisata religi. Konsep wisata religi memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati arsitektur masjid sekaligus mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat di sekitarnya.

Masjid Raya Tua Tunu berada di kawasan yang masih memiliki suasana khas perkampungan. Hal tersebut membuat pengalaman berkunjung ke masjid berbeda dibandingkan masjid yang berada di tengah pusat kota yang sangat padat.

Lingkungan sekitar Tua Tunu juga memiliki berbagai potensi wisata dan budaya. Pemerintah Kecamatan Gerunggang mencatat adanya kawasan Masjid Kayu Tua Tunu serta sejumlah lingkungan yang masih mempertahankan suasana kampung dan kebun masyarakat. Kondisi ini membuat kawasan Tua Tunu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata yang menggabungkan religi, budaya, sejarah dan suasana alam.

Masjid Raya dan Masjid Al-Mukarrom, Dua Nama yang Sering Tertukar

Ada hal menarik yang perlu diketahui ketika membicarakan masjid di Tua Tunu. Di kawasan ini terdapat pula Masjid Al-Mukarrom, yang jauh lebih tua. Pemerintah Kota Pangkalpinang mencatat Masjid Al-Mukarrom didirikan pada 1928 dan dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Pulau Bangka. Masjid tersebut juga dikenal dalam sejarah sebagai tempat pelaksanaan salat Jumat pertama di Kota Pangkalpinang menurut informasi pemerintah daerah. 

Sementara itu, artikel ini sedabg membahas Masjid Raya Tua Tunu, yaitu masjid yang diresmikan pada 2008 dan memiliki desain modern-tradisional, nanti kita lanjutkan deh mengulas sejarah Masjid Al-Mukarrom. Keduanya sama-sama berada di kawasan Tua Tunu, tetapi merupakan bangunan dan periode sejarah yang berbeda.

Menjadi Tempat yang Ramai Saat Hari Besar Islam

Seperti masjid raya pada umumnya, Masjid Raya Tua Tunu memiliki peran penting ketika berlangsung hari-hari besar Islam. Salat Id, kegiatan Ramadan dan berbagai kegiatan keagamaan membuat kawasan masjid menjadi lebih ramai dibandingkan hari biasa. Hal tersebut memperkuat fungsi masjid sebagai ruang berkumpul masyarakat. Tidak hanya warga sekitar, masjid juga dapat menarik jamaah dari kawasan lain di Pangkalpinang.

Potensi Edukasi bagi Generasi Muda

Masjid Raya Tua Tunu juga memiliki potensi sebagai sarana edukasi. Anak-anak dan generasi muda dapat mengenal bahwa sebuah bangunan ibadah dapat mengandung unsur arsitektur, teknologi, budaya dan sejarah sekaligus. Penggunaan unsur tradisional pada bangunan menjadi salah satu contoh bagaimana budaya lokal dapat dipertahankan melalui desain arsitektur modern. Sementara keberadaan masjid tua di kawasan yang sama, seperti Masjid Al-Mukarrom, memberikan gambaran perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat Tua Tunu dari masa ke masa.


Kesimpulan

Masjid Raya Tua Tunu merupakan salah satu masjid penting di Kota Pangkalpinang yang memadukan fungsi keagamaan, arsitektur modern, budaya lokal dan potensi wisata religi.

Masjid ini diresmikan pada 20 Maret 2008 dan dibangun melalui dukungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta berbagai pihak. Sejak awal, masjid tersebut diarahkan menjadi pusat studi Islam dan berbagai kegiatan keagamaan. Keunikan arsitekturnya, terutama perpaduan gaya modern dan tradisional serta inspirasi bentuk tudung saji pada kubah, membuatnya menjadi salah satu Landmark dan Trademark yang menarik di kawasan Tua Tunu.

Yang tidak kalah menarik, kawasan Tua Tunu juga memiliki Masjid Al-Mukarrom yang dibangun pada 1928. Kehadiran kedua masjid dengan usia dan karakter berbeda tersebut memberikan gambaran tentang panjangnya perjalanan kehidupan Islam di kawasan Tua Tunu dan Pangkalpinang. 

Masjid Raya Tua Tunu bukan hanya tempat untuk menunaikan ibadah, tetapi juga bagian dari wajah, budaya dan cerita Kota Pangkalpinang. Jangan lupa berkunjung ke sini ya teman teman blogger apabila singgah di kota Serumpun Sebalai ini.. Salam Baktisite Blogger.



 Sumber Video diambil dari kanal youtube: 
Sonora FM Bangka

BaktiSite – Blog Informasi Bangka Belitung.

Meta Hashtags:

#MasjidRayaTuaTunu #MasjidTuaTunu #TuaTunu #Pangkalpinang #MasjidPangkalpinang #WisataReligiPangkalpinang #SejarahPangkalpinang #SejarahBangkaBelitung #MasjidBangkaBelitung #TuaTunuIndah #Gerunggang #WisataBangkaBelitung #ArsitekturMasjid #BudayaBangkaBelitung #BaktiSite

Sumber: "https://penghubung.babelprov.go.id/node/1562?utm_source=chatgpt.com "Badan Penghubung Provinsi | Provinsi Kepulauan Bangka Belitung"
Merawat Rasa, Menjaga Warisan Nusantara. Dari Dapur Tradisi, Untuk IndonesiaKu. "A Journey Through Indonesian Flavors"
  • Blogger
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • X
  • Belum ada Komentar untuk "Mengenal Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang Sejarah, Keunikan Arsitektur dan Pesonanya"

    Posting Komentar

    Memuat waktu...
    Rekomendasi Artikel
    Bakti Site Blogger

    Selengkapnya

    Memuat rekomendasi artikel...

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel