Menelusuri Jejak Sejarah Masjid Al-Mukarrom Tua Tunu Pangkalpinang
Menelusuri Sejarah Masjid Al-Mukarrom Tua Tunu: Saksi Bisu dan Pelopor Syiar Islam di Bangka
Salam Baktisite, Pulau Bangka tepatnya Kota Pangkalpinang tidak hanya menyimpan pesona alam yang indah lewat pantai-pantai berpasir putih dan kekayaan kuliner khasnya. Di balik itu semua, pulau ini menyimpan rekam jejak sejarah religi yang sangat kuat. Salah satu situs bersejarah yang paling dihormati dan memegang peranan krusial bagi peradaban masyarakat setempat adalah Masjid Al-Mukarrom, yang terletak di Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.
Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah biasa. Ia adalah fondasi awal, tempat di mana gema dakwah Islam modern pertama kali digaungkan dan terstruktur di Pangkalpinang. Mari kita selami lebih dalam jejak kisah perjalanan, keunikan arsitektur, dan nilai historis dari masjid legendaris ini.
![]() |
| Gambar Masjid Al-Mukarrom Tua Tunu diambil dari id.trip.com |
Daftar Isi Artikel:
- 1. Sejarah Pendirian dan Asal-usul Nama Surau Batu
- 2. Pelopor Pelaksanaan Salat Jumat Pertama di Pangkalpinang
- 3. Dinamika Pergeseran Lokasi Pemukiman
- 4. Karakteristik Arsitektur dan Ciri Khas Bangunan
- 5. Perbedaan Masjid Al-Mukarrom vs Masjid Raya Tuatunu
- 6. Kesimpulan
- 7. Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
1. Sejarah Pendirian dan Asal-usul Nama Surau Batu
Perjalanan awal dari Masjid Al-Mukarrom dimulai pada era kolonial Hindia Belanda. Proses pembangunan fisik masjid ini digagas dan mulai dikerjakan pada tahun 1926, hingga akhirnya selesai sepenuhnya dan resmi digunakan pada tahun 1928. Berdiri tegak selama hampir satu abad, tempat ini menjadi salah satu rumah ibadah umat Muslim tertua yang ada di Pulau Bangka.
Pada generasi awal pendiriannya, para tetua dan masyarakat setempat tidak memanggil tempat ini dengan sebutan masjid, melainkan Surau Batu. Istilah ini melekat erat karena pada zaman tersebut, bangunan ibadah yang menggunakan material batu bata dan semen permanen masih sangat langka. Mayoritas rumah dan surau kala itu masih memanfaatkan kayu, bambu, dan atap rumbia. Kehadiran Surau Batu menjadi simbol masyarakat lokak dalam bergotong royong serta kemajuan peradaban masyarakat Tua Tunu saat itu.
2. Pelopor Pelaksanaan Salat Jumat Pertama di Pangkalpinang
Masjid Al-Mukarrom memegang sertifikat sejarah yang tidak dimiliki oleh tempat ibadah lain di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Masjid ini tercatat dalam sejarah lokal sebagai lokasi pertama yang menyelenggarakan ibadah salat Jumat perdana di wilayah Pangkalpinang. Perdana dan pertama lho.. hebat bukan!
Sebelum masjid ini didirikan, umat Muslim di sekitar kawasan tersebut harus menempuh perjalanan yang sangat jauh demi menunaikan kewajiban salat Jumat. Kehadiran Masjid Al-Mukarrom mengintegrasikan komunitas Muslim, memperkuat tali ukhuwah islamiah, dan menjadi episentrum penyebaran syiar Islam yang masif di Pulau Bangka.
3. Dinamika Pergeseran Lokasi Pemukiman
Ada cerita unik mengenai letak geografis dari masjid ini. Saat pertama kali dibangun pada tahun 1926, bangunan Masjid Al-Mukarrom berdiri tepat di jantung atau titik tengah pemukiman masyarakat yang dikenal sebagai Kampung Lama Tua Tunu.
Namun, perkembangan zaman membawa arah perubahan tata kota dan mobilitas penduduk. Seiring berjalannya waktu, masyarakat berangsur-angsur memindahkan pemukiman mereka ke area yang lebih dekat dengan akses jalan raya utama. Akibat pergeseran pemukiman ini, posisi geografis Masjid Al-Mukarrom kini tidak lagi berada di tengah kampung, melainkan terletak di area ujung kawasan Kampung Tua Tunu Indah.
4. Karakteristik Arsitektur dan Ciri Khas Bangunan
Meskipun sudah berulang kali melewati proses pemugaran demi menjaga keamanan dan kekokohan struktur dari pelapukan usia, pengelola dan masyarakat lokal berkomitmen penuh untuk mempertahankan keaslian bentuknya. Struktur utama dan nilai filosofis bangunan kuno ini tetap dijaga tanpa mengubah nilai sejarahnya.
Ketika berkunjung ke tempat ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan arsitektur yang bersahaja namun sarat makna:
- Warna yang Menyejukkan: Bangunan masjid didominasi oleh perpaduan warna hijau tua yang melambangkan kedamaian Islam, dipadukan dengan aksen cokelat muda.
- Empat Kubah Ikonik: Atap masjid dihiasi oleh empat buah kubah perak. Komposisinya terdiri dari satu kubah utama berukuran besar di bagian tengah, dikelilingi oleh tiga kubah berukuran lebih kecil yang dipasang secara berjarak.
- Interior Tradisional: Di bagian dalam, suasana klasik langsung terasa lewat tiang-tiang penyangga dan tata letak mimbar yang masih mempertahankan pola arsitektur masa lalu.
5. Perbedaan Masjid Al-Mukarrom dengan Masjid Raya Tuatunu
Seringkali masyarakat luar daerah yang berkunjung keliru membedakan antara Masjid Al-Mukarrom dengan Masjid Raya Tuatunu karena keduanya berada di kelurahan yang sama. Faktanya, kedua tempat ibadah ini memiliki perbedaan kontras yang sangat mencolok:
- Selisih Usia: Masjid Al-Mukarrom dibangun pada tahun 1926 (usia hampir 1 abad), sementara Masjid Raya Tuatunu baru diresmikan pada 20 Maret 2008 sebagai proyek modern.
- Skala Bangunan: Al-Mukarrom berukuran bersahaja dan kaya akan nilai historis orisinal, sedangkan Masjid Raya Tuatunu berstatus sebagai masjid terbesar di Bangka Belitung dengan kapasitas ribuan jemaah.
- Konsep: Al-Mukarrom mempertahankan gaya tradisional murni, sementara Masjid Raya Tuatunu mengusung konsep modern-futuristik yang dikenal sebagai cyber mosque (masjid digital).
6. Kesimpulan
Masjid Al-Mukarrom Tua Tunu adalah cerminan pusaka spiritual yang tidak ternilai harganya bagi masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai pelopor Salat Jumat Pertama di Pangkalpinang, masjid yang dulunya disebut Surau Batu ini membuktikan bahwa syiar Islam telah mengakar kuat di tanah Bangka sejak zaman kolonial. Mengunjungi masjid ini membawa kita pada refleksi mendalam mengenai perjuangan para ulama terdahulu dalam membangun peradaban umat.
7. Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Kapan Masjid Al-Mukarrom Tua Tunu didirikan?
Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1926 dan selesai sepenuhnya pada tahun 1928.
Apa nama asli Masjid Al-Mukarrom pada zaman dahulu?
Masyarakat terdahulu lebih akrab menyebutnya dengan nama "Surau Batu" karena material dindingnya yang sudah menggunakan semen dan batu permanen.
Apa peran penting masjid ini dalam sejarah Islam di Pangkalpinang?
Masjid Al-Mukarrom tercatat secara historis sebagai tempat pertama yang menyelenggarakan ibadah salat Jumat berjemaah di wilayah Kota Pangkalpinang.
Apakah Masjid Al-Mukarrom sama dengan Masjid Raya Tuatunu?
Tidak sama. Masjid Al-Mukarrom adalah masjid bersejarah abad ke-20 (1926), sedangkan Masjid Raya Tuatunu adalah masjid megah modern yang baru diresmikan pemerintah pada tahun 2008.
Video youtube ini diambil dari kanal youtube Nusantara TV
Meta Hastags: #MasjidAlMukarrom #TuaTunu #SejarahBangka #WisataReligiBangka #Pangkalpinang #MasjidTertuaBangka #SejarahIslamBangka #PesonaBangka #ExploreBangka #SurauBatu #CagarBudayaBangka #BangkaBelitung #BaktiSite


Belum ada Komentar untuk "Menelusuri Jejak Sejarah Masjid Al-Mukarrom Tua Tunu Pangkalpinang"
Posting Komentar